KLASIFIKASI DAN
KARAKTERISTIK ILMU
REIGITA BAASITH RAMADANTY
15519405
ILMU BUDAYA
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JL. KOMJEN.POL.M.JASIN
NO.9, TUGU, KEC. CIMANGGIS,
KOTA DEPOK, JAWA BARAT
16451
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat-Nyalah
penulis akhirnya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Makalah Mengenai
Klasifikasi dan Karakteristik Ilmu” ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Dalam menyelesaikan
makalah ini penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, dalam
kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada:
1.
Tuhan Yang Maha Esa
2.
Ibu Ratna Komala, selaku dosen Ilmu Budaya Universitas
Gunadarma
3.
Kedua orangtua, yang telah memberi dukungan secara moril
maupun material sehingga penulisan makalah ini dapat selesai dengan baik.
Penulis berharap semoga
makalah ini bisa menambah penetahuan para pembaca. Namun, terlepas dari itu,
penulis memahami bawa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga
penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan
maupun isi makalah ini.
Bogor, 13 Oktober 2019
penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 2
A.
Latar Belakang .............................................................................................. 2
B.
Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
C.
Tujuan ........................................................................................................... 2
D.
Metode Penulisan .......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 3
A.
Definisi Ilmu ................................................................................................. 3
B.
Sejarah ilmu ................................................................................................... 4
C.
Klasifikasi dan Kaalteristik Ilmu .................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Ilmu pengetahuan merupakan aspek yang sangat penting bagi
kehidupan manusia.Berbagai disiplin ilmu hadir untuk memberi kejelasan pada
manusia tentang bagaimana seharusnya manusia memanfaatkan berbagai fasilitas di
alam sekitar hingga potensi yang ada di dalam dirinya sendiri dengan
sebaik-baiknya tanpa menimbulkan kerusakan.
Bukan hanya sakadar menjalani kehidupan dengan
stagnan, tapi manusia juga perlu untuk berpikir kritis hingga mengeksplor
hal-hal baru untuk mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya. Tanpa adanya
keinginan untuk memupuk ilmu sebanyak-banyaknya manusia akan menjadi golongan
yang terbelakang dan hidup tanpa adanya kemajuan yang berarti. Hal ini tentunya
akan menyulitkan kehidupan manusia itu sendiri.
Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan
terus berkembang dengan pesat, melahirkan berbagai cabang disiplin ilmu terkini
yang mampu mempermudah manusia dalam menjalani kehidupannya.Di era modern ini, perkembangan
dan penyebaran ilmu pengetauan terjadi sangat mudah sehingga dapat
mengenyangkan rasa keingintahuan manusia yang tidak ada habisnya.
Ilmu sebagai pengetahuan yang telah
disempurnakan hadir dalam bentuk yang bermacam-macam. Oleh karena itu, dalam
makalah ini saya akan membahas tentang pengertian, sejarah hingga
pengklasifikasiannya guna mengingat betapa pentingnya mengetahui dan
mempelajari ilmu tersebut.
B.
Rumusan
Masalah
1)
Bagaimana
definisi dari ilmu?
2)
Bagaimana
sejarah ilmu?
3)
Bagaimana
pengklasifikasian ilmu dan karakteristiknya?
C.
Tujuan
1)
Mengetahui
bagaimana definisi dari ilmu
2)
Mengetahui
bagaimana sejarah tentang ilmu?
3)
Mengetahui
bagaimana pengklasifikasian ilmu dan karakteristiknya?
D.
Metode
Penulisan
Metode penulisan yang diunakan dalam penyusunan
makalah ini adalah metode deskriptif dengan teknik studi kepustakaan atau
literature yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari buku referensi,
penunjang, dan media lainnya seputar tema yang dibahas.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
Ilmu
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmu
dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara
bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan
gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu; atau pengetahuan atau kepandaian
(tentang soal duniawi, akhirat, lahir, batin, dan sebagainya). Sedangkan
menurutbahasa, ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm) dan bahasa Latin (science)
yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami.Sementara itu jika ditinjau
menurut istilah, ilmu bisa diartikan sebagai pengetahuan yang sistematis atau
ilmiah.
Di sisi lain, para ahli memiliki pandangan dan
pendapatnya sendiri mengenai definisi dari ilmu. Berikut ini adalah pendapat
para ahli mengenai pengertian ilmu, diantaranya:
1)
Ashley
Montagu
Ilmu adalah pengetahuan dalam
suatu sistem yang berasal dari studi, pengamatan juga percoaan untuk menentukan
dasar prinsip tentang suatu hal yang sedang dikaji.
2)
The
Liang Gie
Ilmu ialah serangkaian
aktivitas manusia yang sifatya rasional dan kognitif dengan metode yang berupa
prosedur dan langkah-langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang
sistematis guna untuk mencapai kebenaran dan mendapatkan pemahaman serta
penjelasan yang benar.
3)
Mohammad
Hatta
Ilmu ialah sebuah pengetahuan
yang teratur mengenai pekerjaan hokum secara kausal dalam suatu golongan
masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya yang tampak dari luar
maupun dari dalam.
4)
Izuddin
Taufiq
Ilmu merupakan penelusuran
informasi atau data melalui sebuah pengamatan, pengkajian dan eksperimen, yang
bertujuan untuk menetapkan hakikat, landasan dasar, maupun asal usulnya.
5)
Karl
Pearson
Ilmu ialah keterangan yang
stabil dan komrehensif tentang suatu fakta dari pengalaman dengan istilah yang
sederhana.
Secara umum ilmu itu sendiri
memiliki arti sebagai kepandaian atau pengetahuan yang berkenaan dengan bidang
yang tersusun secara sistematis menurut kaidah dan metode yang bisa digunakan
untuk menjelaskan serta memahami hal yang terkait dengan bidang ilmu tersebut.
B.
Sejarah
Ilmu
Eksistensi ilmu pengetahuan tidak lepas dari
sejarah perkembangannya yang merupakan sebuah proses yang cukup panjang. Pada
setiap fase perkembangannya, muncul sesuatu yang baru dan memiliki
karakteristik pada setiap masanya.Tentunya hal ini tidak bisa lepas dari
berbagai pengaruh sosial, budaya, dan politik yang juga ikut berkembang seiring
dengan ilmu pengetahuan itu sendiri. Dengan demikian perkembangan ilmu
pengetahuan dapa diperiodesasikan sesuai dengan dinamika yang ada, yaitu
periode Yunani kuno, periode Islam, periode renaisans dan modern, dan periode
kontemporer.
1)
Periode
Yunani Kuno
Periode Yunani kuno menjadi
sebuah awal bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern.Bidang ilmu pengeetahuan
yang menjadi pusat eksistensi pada era ini adalah filsafat, yang merupakan
induk dari setiap ilmu pengetahuan.Zaman Yunani kuno dianggap sebagai masa
keemasan bagi perkembangan ilmu filsafat, karena pada masa ini setiap orang
memiliki kebebasan dalam mengungkapkan ide-ide atau gagasannya. Perkembangan
ilmu pada era Yunani kuno digunakan sikap an
inquiring attitude atau bisa diartikan sebagai sikap yang senang
menyelidiki sesuatu secara kritis, dan tidak menerima pengalaman yang
didasarkan pada sikap receptive attitude,
yaitu sikap menerima begitu saja tanpa analisa lebih lanjut.
Sikap kritis inilah yang
menjadikan bangsa Yunani tampil sebagai sekumpulan ahli pikir yang terkenal
sepanjang waktu. Pada masa ini filsafat lebih bercorak “kosmosentris”, artinya
para filsuf pada waktu itu mengarahkan perhatian mereka terhadap
masalah-masalah yang berkaitan dengan asal mula terjadinya alam semesta. Mereka
berupaya untuk mencari jawaban tentang prinsip pertama (arkhe) dari alam semesta,
oleh karena itu mereka lebih dikenal dengan julukan “filsuf-filsuf alam”.
Pada zaman ini, bermunculan
sekumpulan ilmuwan terkemuka. Beberapa nama diantaranya bahkan tetap popular
hingga masa kini, contohnya Thales (624-545 SM), Pythagoras (580- 500 SM), Socrates
(469-399 SM), Plato (427-347SM), Aristoteles (384-322 SM). Selain itu ada juga
Anaximenes (610-546 SM) dengan dictum faslafinya, dan juga Demokreitos (460-370
SM) yang biasa dikenal dengan julukan “Bapak Atom Pertama”.
(a)
Thales
of Miletus
Thales merupakan seorang
filsuf pra-Sokrates Yunani dari Miletus di Asia Kecil.Ia juga merupakan salah
satu dari Seven Sages of Greece.Banyak
yang beranggapan, terutama Aristoteles, bahwa Thales merupakan filsuf pertama
dalam tradisi Yunani. Thales berusaha untuk menjelaskan fenomena alam tnapa
mengacu pada mitologi. Sedangkan dalam
bidang matematika, Thales menggunakan geometri untuk memecahkan masalah,
seperti menghitung ketinggian piramida dan jarak kapal dari pantai.Thales
dikreditkan dengan penggunaan pertama dari penalaran deduktif yang diterapkan
pada geometri, dengan menurunkan empat akibat wajar dari Teorema Thales.Karena
hal ini, Ia dianggap sebagai matematikawan sejati pertama, dan individu yang
dikenal pada kaitan matematika.Juga, Thales adalah orang pertama yang diketahui
mempelajari listrik.
(b)
Pythagoras
Pythagoras adalah seorang
ahli filsafat dan matematika yang lahir pada tahun 570 SM di Pulau Samos
(Turki).Pythagoras juga kerap disebut sebagai “Bapak Bilangan”, dia memberikan
sumbangan yang penting dalam bidang filsafat dan keagamaan pada akhir k3-6 SM.
Salah satu peninggalan
Pythagoras yang terkenal adalah Teorema Pythagoras, yang mengatakan bahwa
kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah
kuadrat dari kaki-kakinya. Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak
diketahui sebelum lahirnya Pythagorasm namun teorema ini dikreditkan kepada
Pythagoras karena ialah yang pertama membuktikan pengamatan ini secara
matematis.
Falsafah yang paling penting
bagi Pythagoras adalah angka.Yunani mewarisi pemahaman tentang angka dari
geomatrik Mesir.Hasilnya, ahli matematika Yunani tidak dapat membedakan antara
bentuk (shapes) dengan bilangan (numbers).Pada saat ini untuk membuktikan
teorema matematila biasa digunakan gambar-gambar yang digambar menggunakan
sejenis penggaris yang terbuat dari logam atau batu dan kompas.
(c)
Socrates
Socrates adalah filsuf yang
berasal dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figure paling penting
dalam tradisi filosofis barat. Socrates dikenal sebagai sosok filsuf yang penuh
teka-teki dalam sejarah perkembangan filsafat melalui karya yang disebut
tulisan klasik selanjutnya, terutama tulisan dari murid-muridnya: Plato dan
Xenophon, serta peran dari Aristophanes yang kontemporer.
Bartens menjelaskan bahwa
ajara Socrates itu ditujukan untuk menenrang ajaran relativisme sofis.Ia ingin
menegakkan sains dan agama.Cara Socrates memberikan ajarannya adalah dengan
mendatangi orang dari berbagai macam latar belakang seperti ahli politik,
pejabat, tukang, dan lain-lain.Metode ini bersifat praktis dan dijalankan
melalui percakapan-percakapan.Ia menganalisis pendapat-pendapat.Socrates selalu
menanggapi jawaban pertama sebagai hipotesis dan dengan jawaban-jawaban lebih
lanjut dan menarik berbagai konsekuensi yang dapat disimpukan dari
jawaaban-jawaban tersebut.Metode yang digunakan Socrates biasanya disebut
sebagai metode dialektika. Sebutan yang lain adalah maieutika, seni kebidanan, karena cara ini Socrates bertindak
seperti seorang bidan yang menlong kelahiran bayi “pengertian yang benar”.
2)
Periode
Islam
Keberadaan Al-Qur’an sebagai
sumber utama agama Islam menjadi bukti bahwa Islam sangat mengapresiasi ilmu
pengetahuan.Misalnya, dalam wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad
SAW.Kata iqra’, sebagaimana
dijelaskan oleh Quraish Shihab, terambil dari akar kata yang berarti
menghimpun.Dari menghimpun, lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah,
mendalami, meneliti, mengetahui cirri sesuatu, dan membaca teks tertulis maupun
tidak. Wahyu pertama itu tidak menjelaskan objek apa yang harus dibaca, karena
pada hakikatnya Al-Qur’an menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan
tersebut memberikan manfaat untuk kemanusiaan. Secara lebih lanjut, Shihab
menyatakan bahwa iqra’ berarti
bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah cirri-ciri sesuatu; bacalah alam,
tanda-tanda zaman, sejarah maupun diri sendiri, baik yang tertulis maupun
tidak.
Kemajuan yang dicapai Islam
selama periode kalsik telah membuat berbagai bangsa tertarik untuk melihat dan
mempelajari Islam.Kekaguman atas Islam, misalnya dikemukakan oleh Abraham S.
Halkin dalam bukunya The Judeo-Islamic
Ages and Ideas of The Jewish People.Halkin menyatakan bahwa orang Arab
adalah bangsa yang sadar dan berperilaku baik.Sekalipun mereka para pemenang
secara militer dan politik, mereka tidak memandang peradaban negeri-negeri yang
taklukan dengan sikap menghina.kekayaan budaya Syiria, Persia, dan Hindu mereka
salin ke dalam bahasa Arab.Para khalifah, gubernur, dan tokoh-tokoh lain
menyantuni para sarjana yang melakukan tugas penerjemahan, sehingga kumpulan
ilmu pengetahuan non-Islam banyak ditemukan dalam bahasa Arab.
Dalam perkembangannya,
perjalanan Islam juga terbagi dalam beberapa fase fluktuatif; fase penciptaan
pondasi, fase kejayaan, fase desentralisasi, fase kemundura,, fase kemajuan
material, hingga fase kebangkitan, di mana pada setiap fase memiliki
karakteristik khas yang membedakannya satu sama lain.
3)
Periode Renaissance
dan Modern
Pembatasan antara periode
Renaissance dan periode modern sejatinya bukanlah hal yang mudah.Sebagian
kalangan mengaggap bahwa periode modern hanyalah perluasan dari periode
Renaissance.
Renaissance sendiri berarti kelahiran kembali, yang mengacu pada
gerakan keagamaan dan kemasyarakatan yang bermula di Italia (pertengahan abad
ke-14).Tujuan utamanya adalah merealisasikan kesempurnaan pandangan hidup
kristiani dengan mengaitkan filsafat Yunani dengan ajaran agama Kristen dan
juga dimaksudkan untuk mempersatukan kembali gereja yang terpecah-pecah akibat skisma (perang agama).
Renaissance lebih dari
sekadar kebangkitan dunia modern.Renaissance adalah periode penemuan manusia
dan dunia, merupakan periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau
sesudah Abad Kegelapan sampai muncul Abad Modern.Zaman ini juga disebut sebagai
zaman Humanisme.Maksud ungkapan ini
adalah manusia diangkat dari Abad Pertengahan yang mana manusia dianggap kurang
dihargai sebagai manusia.Kebenaran diukur berdasarkan ukuran Gereja (Kristen),
bukan menurut kuran yang dibuat manusia.Humanisme
menghendaki ukuran haruslah manusia, karena manusia mempunyai kemampuan
berpikir, maka humanisme menganggap
manusia mampu mengatur didirnya dan mengatur dunia.
Pada intinya, zaman Modern
filsafat didahului oleh zaman Renaissance.Sebenarnya
secara esensial zaman Renaissance dalam
filsafat tidak berbeda dari zaan modern.Ciri-ciri filsafat Renaissance ada pada filsafat modern.Tokoh pertama filsafat modern
adalah Descartes.Pada filsafat kita dapat menemukan cirri-ciri Renaissance, yaitu menghidupkan kembali Rasinalisme Yunani (Renaissance), Individualisme,
Humanisme, lepas dari pengaruh agama, dan lain-lain.
4)
Periode
Kontemporer
Pada konteks ini zaman
kontemporer dimauli sejak abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat ini. Hal yang
membedakan pengamatan tentang ilmu di zaman modern dengan zaman kontemporer
adalah bahwa zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak abad
15, sedangkan zaman kontemporer memusatkan fokusnya pada berbagai perkembangan
terakhir yang terjadi hingga saat ini.
Perkembangan ilmu pada zama
kontemporer difokuskan pada penggambaran aplikasi ilmu teknologi dalam berbagai
aspek kehidupan manusia. Diantara berbagai macam ilmu yang turut berkembang pada
masa kontemporer, bidang fisika menjadi bidang ilmu yang paling menonjol perkembangannya.
Selain bidang fisika,
teknologi komukasi dan informasi juga berkembang pesat pada zaman ini. Dilansir
oleh nusantaranews.wordpress.com terkait
berbagai penemuan yang mengubah warna dunia, yaitu listrik, elektronika
(transistor dan IC), robotika (mesin produksi dan pertanian), TV dan radio,
pesawat terbang, telepon dan seluler, tenaga nuklir, mesin transportasi,
komputer, internet, rekayasa pertanian dan DNA, perminyakan, teknologi
kesehatan (laser, IR, USG), fiber optic,
dan fotografi.
C.
Klasifikasi
dan Karakteristik Ilmu
Ilmu bukan hanya sekadar pengetahuan, tetapi
juga berupa rangkuman dari sekmpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang
disepakati dan dapat diuji secara sistematik dengan seperangkat metode yang
diakui dalam bidang ilmu tertentu.
1)
Klasifikasi
Ilmu berdasarkan Subjek
Francis Bacon (1561-1626)
mengklasifikasikan bidang ilmu sesuai pada subjeknya, yaitu daya manusia untuk mengetahui
sesuatu. Berdasarkan hal tersebut, ia membedakannya ke dalam beberapa bagian
sebagai berikut:
(a)
Ilmu Pengetahuan
Ingatan, contohnya adalah seperti sejarah yang membahas tentang masalah-masalah
atau kejadian di masa lampau, yang pengetahuannya bisa dimanfaatkan untuk
kelangsungan di masa depan.
(b)
Ilmu
Pengetahuan Khayal, contohnya adalah bidang kesusatraan, yaitu membicarakan
kejadian-kejadian dalam dunia imajinasi, meskipun berdasar dan digunakan untuk
keperluan di dunia nyata.
(c)
Ilmu
Pengetahuan Akal, diantaranya adalah filsafat, yaitu pembahasan pada umumnya
mengandalkan pola pikir logika dan kemampuan menganalisa.
2)
Klasifikasi
Berdasarkan Objek
Auguste
Comte (1798-1836) mendasarkan pengklasifikasiannya pada objek material. Ia
memuat deretan ilmu pengetahuan berdasarkan objek material, yaitu:
(a)
Ilmu
Pasti/Matematika
Objek
ilmu pasti adalah yang paling bersahaja karena hanya menyangkut angka mengikuti
aturan tertentu.
(b)
Ilmu
Falak/Astronomi
Ilmu
falak menambahkan unsurgerak terhadap matematika, misalnya adalah ilmu
kinematika.
(c)
Ilmu
Fisika
Ilmu
fisika merupakan penggabungan dari berbagai macam ilmu seperti ilmu falak atau
matematika beserta zat dan gaya.
(d)
Ilmu
Kimia1
Objek
ilmu kimia adalah objek ilmu fisika digabungkan dengan perubahan zat.
(e)
Ilmu Hayat/Biologi
Unsur
gejala kehidupan digolongkan pada objek ilmu hayat.
(f)
Sosiologi
Sosiologi
mempelajari gejala kehidupan manusia dalam berkelompok sebagai makhluk sosial.
3)
Klasifikasi
berdasarkan Metode
Wilhelm
Windelband (1848-1915) menggolongkan ilmu pengetahuan alam dan ilmu sejarah.
Menurut Widelband, kedua jenis ilmu pengetahuan itu tidak berbeda dalam hal
objek karena objeknya satu, ialah kenyataan. Adapun perbedaannya terletak pada
metode.Metode untuk ilmu pengetahuan alam disebut nomotesis, sedangkan metode
ilmu pengetahuan sejarah menggunakan metode ideografis.
4)
Karakteristik
Ilmu
Secara
umum karakteristik ilmu adalah sebagai berikut,
(a)
Bersifat
akumulatif dan merupakan milik bersama.
Ilmu
haruslah dapat dipergunakan untuk penelitian dan penemuan hal-hal baru, dan
tidak menjadi monopoli bagi yang menemukannya saja. Setiap orang seharusnya
dapat menggunakan atau memanfaatkan hasil penemuan orang lain.
Contohnya
adalah seperti penggunaan metode dalam pembelajaran tidak hanya ceramah, tetapi
ada metode lain misalnya diskusi yang bisa digunakan untuk membuat siswa lebih
aktif dalam mengemukakan buah pikirnya.
(b)
Kebenarannya
tidak mutlak
Sejatinya
kebenaran suatu ilmu tidaklah selalu mutlak, hal ini disebabkan oleh subjek
yang menemukannya adalah mansia, dimana manusia adalah makhluk yang tak pernah
luput dari salah dan kekeliruan.
(c)
Bersifat
objektif
Prosedur
kerja atau cara penggunaan metode dlam menemukan/meneliti suatu hal haruslah
didasarkan pada metode yang bersifat ilmiah, tidak bergantung pada pemahaman
secara pribadi.
DAFTAR
PUSTAKA
http://wahdahamaliatuzzahraassyifa.blogspot.com/2014/05/makalah-klasifikasi-ilmu.html?m=1
https://muhfathurrohman.wordpress.com/2012/10/18/karakteristik-dan-klasifikasi-ilmu-pengetahuan/amp/
http://hadikasmajads.blogspot.com/2011/01/makalah-filsafat-ilmu-klasifikasi.html?m=1
http://reskom.blogspot.com/2015/11/pengertian-ilmu-pengetahuan-dan-bahasa.html?m=1
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/05/15-pengertian-ilmu-menurut-para-ahli-terlengkap.html#6_Ashely_Montagu
https://www.google.com/amp/s/afidburhanuddin.wordpress.com/2014/05/13/sejarah-perkembangan-ilmu-masa-zaman-yunani-kuno/amp/
https://www.konfrontasi.com/content/ragam/sejarah-perkembangan-ilmu-pengetahuan-pada-zaman-yunani-kuno
https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/wahyucahyani/pythagoras-dalam-sejarah-matematika_56500c009297736d11638af9
http://satupedang.blogspot.com/2015/03/biografi-ilmuan-pythagoras.html?m=1
https://www.google.com/amp/s/afidburhanuddin.wordpress.com/2013/09/21/socrates-dan-pemikirannya/amp/
https://www.academia.edu/4823938/Perkembangan_Ilmu_Pengetahuan_dalam_Peradaban_Islam
https://www.google.com/amp/s/afidburhanuddin.wordpress.com/2014/06/07/sejarah-perkembangan-ilmu-pada-masa-modern-14/amp/
https://www.academia.edu/8768618/SEJARAH_PERKEMBANGAN_ILMU_PADA_MASA_MODERN
https://hikamasfa.wordpress.com/2011/06/17/ilmu-pada-masa-kontemporer/
https://www.google.com/amp/s/hettyherawati2704.wordpress.com/2011/11/24/klasifikasi-ilmu-pengetahuan/amp/
http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/PENELITIAN_PENDIDIKAN/BBM_2.pdf
https://muhfathurrohman.wordpress.com/2012/10/18/karakteristik-dan-klasifikasi-ilmu-pengetahuan/amp/
http://hadikasmajads.blogspot.com/2011/01/makalah-filsafat-ilmu-klasifikasi.html?m=1
http://reskom.blogspot.com/2015/11/pengertian-ilmu-pengetahuan-dan-bahasa.html?m=1
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/05/15-pengertian-ilmu-menurut-para-ahli-terlengkap.html#6_Ashely_Montagu
https://www.google.com/amp/s/afidburhanuddin.wordpress.com/2014/05/13/sejarah-perkembangan-ilmu-masa-zaman-yunani-kuno/amp/
https://www.konfrontasi.com/content/ragam/sejarah-perkembangan-ilmu-pengetahuan-pada-zaman-yunani-kuno
https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/wahyucahyani/pythagoras-dalam-sejarah-matematika_56500c009297736d11638af9
http://satupedang.blogspot.com/2015/03/biografi-ilmuan-pythagoras.html?m=1
https://www.google.com/amp/s/afidburhanuddin.wordpress.com/2013/09/21/socrates-dan-pemikirannya/amp/
https://www.academia.edu/4823938/Perkembangan_Ilmu_Pengetahuan_dalam_Peradaban_Islam
https://www.google.com/amp/s/afidburhanuddin.wordpress.com/2014/06/07/sejarah-perkembangan-ilmu-pada-masa-modern-14/amp/
https://www.academia.edu/8768618/SEJARAH_PERKEMBANGAN_ILMU_PADA_MASA_MODERN
https://hikamasfa.wordpress.com/2011/06/17/ilmu-pada-masa-kontemporer/
https://www.google.com/amp/s/hettyherawati2704.wordpress.com/2011/11/24/klasifikasi-ilmu-pengetahuan/amp/
http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/PENELITIAN_PENDIDIKAN/BBM_2.pdf
Komentar
Posting Komentar