MAKALAH MENGENAI KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK ILMU


MAKALAH MENGENAI
KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK ILMU



REIGITA BAASITH RAMADANTY
15519405
ILMU BUDAYA







FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JL. KOMJEN.POL.M.JASIN NO.9, TUGU, KEC. CIMANGGIS,
KOTA DEPOK, JAWA BARAT
16451


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat-Nyalah penulis akhirnya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Makalah Mengenai Klasifikasi dan Karakteristik Ilmu” ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Dalam menyelesaikan makalah ini penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, dalam kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada:
1.      Tuhan Yang Maha Esa
2.      Ibu Ratna Komala, selaku dosen Ilmu Budaya Universitas Gunadarma
3.      Kedua orangtua, yang telah memberi dukungan secara moril maupun material sehingga penulisan makalah ini dapat selesai dengan baik.
Penulis berharap semoga makalah ini bisa menambah penetahuan para pembaca. Namun, terlepas dari itu, penulis memahami bawa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan maupun isi makalah ini.





Bogor, 13 Oktober 2019


penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...........................................................................................  i
DAFTAR ISI ...........................................................................................................  ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................  2
A.    Latar Belakang ..............................................................................................  2
B.     Rumusan Masalah .........................................................................................  2
C.     Tujuan ...........................................................................................................  2
D.    Metode Penulisan ..........................................................................................  2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................  3
A.    Definisi Ilmu .................................................................................................  3
B.     Sejarah ilmu ...................................................................................................  4
C.     Klasifikasi dan Kaalteristik Ilmu ..................................................................  8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................  10


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Ilmu pengetahuan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan manusia.Berbagai disiplin ilmu hadir untuk memberi kejelasan pada manusia tentang bagaimana seharusnya manusia memanfaatkan berbagai fasilitas di alam sekitar hingga potensi yang ada di dalam dirinya sendiri dengan sebaik-baiknya tanpa menimbulkan kerusakan.
Bukan hanya sakadar menjalani kehidupan dengan stagnan, tapi manusia juga perlu untuk berpikir kritis hingga mengeksplor hal-hal baru untuk mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya. Tanpa adanya keinginan untuk memupuk ilmu sebanyak-banyaknya manusia akan menjadi golongan yang terbelakang dan hidup tanpa adanya kemajuan yang berarti. Hal ini tentunya akan menyulitkan kehidupan manusia itu sendiri.
Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan terus berkembang dengan pesat, melahirkan berbagai cabang disiplin ilmu terkini yang mampu mempermudah manusia dalam menjalani kehidupannya.Di era modern ini, perkembangan dan penyebaran ilmu pengetauan terjadi sangat mudah sehingga dapat mengenyangkan rasa keingintahuan manusia yang tidak ada habisnya.
Ilmu sebagai pengetahuan yang telah disempurnakan hadir dalam bentuk yang bermacam-macam. Oleh karena itu, dalam makalah ini saya akan membahas tentang pengertian, sejarah hingga pengklasifikasiannya guna mengingat betapa pentingnya mengetahui dan mempelajari ilmu tersebut.
B.     Rumusan Masalah
1)      Bagaimana definisi dari ilmu?
2)      Bagaimana sejarah ilmu?
3)      Bagaimana pengklasifikasian ilmu dan karakteristiknya?

C.     Tujuan
1)      Mengetahui bagaimana definisi dari ilmu
2)      Mengetahui bagaimana sejarah tentang ilmu?
3)      Mengetahui bagaimana pengklasifikasian ilmu dan karakteristiknya?

D.    Metode Penulisan
Metode penulisan yang diunakan dalam penyusunan makalah ini adalah metode deskriptif dengan teknik studi kepustakaan atau literature yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari buku referensi, penunjang, dan media lainnya seputar tema yang dibahas.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Ilmu
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu; atau pengetahuan atau kepandaian (tentang soal duniawi, akhirat, lahir, batin, dan sebagainya). Sedangkan menurutbahasa, ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm) dan bahasa Latin (science) yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami.Sementara itu jika ditinjau menurut istilah, ilmu bisa diartikan sebagai pengetahuan yang sistematis atau ilmiah.
Di sisi lain, para ahli memiliki pandangan dan pendapatnya sendiri mengenai definisi dari ilmu. Berikut ini adalah pendapat para ahli mengenai pengertian ilmu, diantaranya:
1)      Ashley Montagu
Ilmu adalah pengetahuan dalam suatu sistem yang berasal dari studi, pengamatan juga percoaan untuk menentukan dasar prinsip tentang suatu hal yang sedang dikaji.
2)      The Liang Gie
Ilmu ialah serangkaian aktivitas manusia yang sifatya rasional dan kognitif dengan metode yang berupa prosedur dan langkah-langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis guna untuk mencapai kebenaran dan mendapatkan pemahaman serta penjelasan yang benar.
3)      Mohammad Hatta
Ilmu ialah sebuah pengetahuan yang teratur mengenai pekerjaan hokum secara kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya yang tampak dari luar maupun dari dalam.
4)      Izuddin Taufiq
Ilmu merupakan penelusuran informasi atau data melalui sebuah pengamatan, pengkajian dan eksperimen, yang bertujuan untuk menetapkan hakikat, landasan dasar, maupun asal usulnya.
5)      Karl Pearson
Ilmu ialah keterangan yang stabil dan komrehensif tentang suatu fakta dari pengalaman dengan istilah yang sederhana.

Secara umum ilmu itu sendiri memiliki arti sebagai kepandaian atau pengetahuan yang berkenaan dengan bidang yang tersusun secara sistematis menurut kaidah dan metode yang bisa digunakan untuk menjelaskan serta memahami hal yang terkait dengan bidang ilmu tersebut.

B.     Sejarah Ilmu
Eksistensi ilmu pengetahuan tidak lepas dari sejarah perkembangannya yang merupakan sebuah proses yang cukup panjang. Pada setiap fase perkembangannya, muncul sesuatu yang baru dan memiliki karakteristik pada setiap masanya.Tentunya hal ini tidak bisa lepas dari berbagai pengaruh sosial, budaya, dan politik yang juga ikut berkembang seiring dengan ilmu pengetahuan itu sendiri. Dengan demikian perkembangan ilmu pengetahuan dapa diperiodesasikan sesuai dengan dinamika yang ada, yaitu periode Yunani kuno, periode Islam, periode renaisans dan modern, dan periode kontemporer.
1)      Periode Yunani Kuno
Periode Yunani kuno menjadi sebuah awal bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern.Bidang ilmu pengeetahuan yang menjadi pusat eksistensi pada era ini adalah filsafat, yang merupakan induk dari setiap ilmu pengetahuan.Zaman Yunani kuno dianggap sebagai masa keemasan bagi perkembangan ilmu filsafat, karena pada masa ini setiap orang memiliki kebebasan dalam mengungkapkan ide-ide atau gagasannya. Perkembangan ilmu pada era Yunani kuno digunakan sikap an inquiring attitude atau bisa diartikan sebagai sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis, dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap receptive attitude, yaitu sikap menerima begitu saja tanpa analisa lebih lanjut.
Sikap kritis inilah yang menjadikan bangsa Yunani tampil sebagai sekumpulan ahli pikir yang terkenal sepanjang waktu. Pada masa ini filsafat lebih bercorak “kosmosentris”, artinya para filsuf pada waktu itu mengarahkan perhatian mereka terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan asal mula terjadinya alam semesta. Mereka berupaya untuk mencari jawaban tentang prinsip pertama (arkhe) dari alam semesta, oleh karena itu mereka lebih dikenal dengan julukan “filsuf-filsuf alam”.
Pada zaman ini, bermunculan sekumpulan ilmuwan terkemuka. Beberapa nama diantaranya bahkan tetap popular hingga masa kini, contohnya Thales (624-545 SM), Pythagoras (580- 500 SM), Socrates (469-399 SM), Plato (427-347SM), Aristoteles (384-322 SM). Selain itu ada juga Anaximenes (610-546 SM) dengan dictum faslafinya, dan juga Demokreitos (460-370 SM) yang biasa dikenal dengan julukan “Bapak Atom Pertama”.


(a)    Thales of Miletus
Thales merupakan seorang filsuf pra-Sokrates Yunani dari Miletus di Asia Kecil.Ia juga merupakan salah satu dari Seven Sages of Greece.Banyak yang beranggapan, terutama Aristoteles, bahwa Thales merupakan filsuf pertama dalam tradisi Yunani. Thales berusaha untuk menjelaskan fenomena alam tnapa mengacu pada  mitologi. Sedangkan dalam bidang matematika, Thales menggunakan geometri untuk memecahkan masalah, seperti menghitung ketinggian piramida dan jarak kapal dari pantai.Thales dikreditkan dengan penggunaan pertama dari penalaran deduktif yang diterapkan pada geometri, dengan menurunkan empat akibat wajar dari Teorema Thales.Karena hal ini, Ia dianggap sebagai matematikawan sejati pertama, dan individu yang dikenal pada kaitan matematika.Juga, Thales adalah orang pertama yang diketahui mempelajari listrik.

(b)   Pythagoras
Pythagoras adalah seorang ahli filsafat dan matematika yang lahir pada tahun 570 SM di Pulau Samos (Turki).Pythagoras juga kerap disebut sebagai “Bapak Bilangan”, dia memberikan sumbangan yang penting dalam bidang filsafat dan keagamaan pada akhir k3-6 SM.
Salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah Teorema Pythagoras, yang mengatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya. Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagorasm namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ialah yang pertama membuktikan pengamatan ini secara matematis.
Falsafah yang paling penting bagi Pythagoras adalah angka.Yunani mewarisi pemahaman tentang angka dari geomatrik Mesir.Hasilnya, ahli matematika Yunani tidak dapat membedakan antara bentuk (shapes) dengan bilangan (numbers).Pada saat ini untuk membuktikan teorema matematila biasa digunakan gambar-gambar yang digambar menggunakan sejenis penggaris yang terbuat dari logam atau batu dan kompas.

(c)    Socrates
Socrates adalah filsuf yang berasal dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figure paling penting dalam tradisi filosofis barat. Socrates dikenal sebagai sosok filsuf yang penuh teka-teki dalam sejarah perkembangan filsafat melalui karya yang disebut tulisan klasik selanjutnya, terutama tulisan dari murid-muridnya: Plato dan Xenophon, serta peran dari Aristophanes yang kontemporer.
Bartens menjelaskan bahwa ajara Socrates itu ditujukan untuk menenrang ajaran relativisme sofis.Ia ingin menegakkan sains dan agama.Cara Socrates memberikan ajarannya adalah dengan mendatangi orang dari berbagai macam latar belakang seperti ahli politik, pejabat, tukang, dan lain-lain.Metode ini bersifat praktis dan dijalankan melalui percakapan-percakapan.Ia menganalisis pendapat-pendapat.Socrates selalu menanggapi jawaban pertama sebagai hipotesis dan dengan jawaban-jawaban lebih lanjut dan menarik berbagai konsekuensi yang dapat disimpukan dari jawaaban-jawaban tersebut.Metode yang digunakan Socrates biasanya disebut sebagai metode dialektika. Sebutan yang lain adalah maieutika, seni kebidanan, karena cara ini Socrates bertindak seperti seorang bidan yang menlong kelahiran bayi “pengertian yang benar”.

2)      Periode Islam
Keberadaan Al-Qur’an sebagai sumber utama agama Islam menjadi bukti bahwa Islam sangat mengapresiasi ilmu pengetahuan.Misalnya, dalam wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW.Kata iqra’, sebagaimana dijelaskan oleh Quraish Shihab, terambil dari akar kata yang berarti menghimpun.Dari menghimpun, lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui cirri sesuatu, dan membaca teks tertulis maupun tidak. Wahyu pertama itu tidak menjelaskan objek apa yang harus dibaca, karena pada hakikatnya Al-Qur’an menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut memberikan manfaat untuk kemanusiaan. Secara lebih lanjut, Shihab menyatakan bahwa iqra’ berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah cirri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah maupun diri sendiri, baik yang tertulis maupun tidak.
Kemajuan yang dicapai Islam selama periode kalsik telah membuat berbagai bangsa tertarik untuk melihat dan mempelajari Islam.Kekaguman atas Islam, misalnya dikemukakan oleh Abraham S. Halkin dalam bukunya The Judeo-Islamic Ages and Ideas of The Jewish People.Halkin menyatakan bahwa orang Arab adalah bangsa yang sadar dan berperilaku baik.Sekalipun mereka para pemenang secara militer dan politik, mereka tidak memandang peradaban negeri-negeri yang taklukan dengan sikap menghina.kekayaan budaya Syiria, Persia, dan Hindu mereka salin ke dalam bahasa Arab.Para khalifah, gubernur, dan tokoh-tokoh lain menyantuni para sarjana yang melakukan tugas penerjemahan, sehingga kumpulan ilmu pengetahuan non-Islam banyak ditemukan dalam bahasa Arab.
Dalam perkembangannya, perjalanan Islam juga terbagi dalam beberapa fase fluktuatif; fase penciptaan pondasi, fase kejayaan, fase desentralisasi, fase kemundura,, fase kemajuan material, hingga fase kebangkitan, di mana pada setiap fase memiliki karakteristik khas yang membedakannya satu sama lain.

3)      Periode Renaissance dan Modern
Pembatasan antara periode Renaissance dan periode modern sejatinya bukanlah hal yang mudah.Sebagian kalangan mengaggap bahwa periode modern hanyalah perluasan dari periode Renaissance.
Renaissance sendiri berarti kelahiran kembali, yang mengacu pada gerakan keagamaan dan kemasyarakatan yang bermula di Italia (pertengahan abad ke-14).Tujuan utamanya adalah merealisasikan kesempurnaan pandangan hidup kristiani dengan mengaitkan filsafat Yunani dengan ajaran agama Kristen dan juga dimaksudkan untuk mempersatukan kembali gereja yang terpecah-pecah akibat skisma (perang agama).
Renaissance lebih dari sekadar kebangkitan dunia modern.Renaissance adalah periode penemuan manusia dan dunia, merupakan periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah Abad Kegelapan sampai muncul Abad Modern.Zaman ini juga disebut sebagai zaman Humanisme.Maksud ungkapan ini adalah manusia diangkat dari Abad Pertengahan yang mana manusia dianggap kurang dihargai sebagai manusia.Kebenaran diukur berdasarkan ukuran Gereja (Kristen), bukan menurut kuran yang dibuat manusia.Humanisme menghendaki ukuran haruslah manusia, karena manusia mempunyai kemampuan berpikir, maka humanisme menganggap manusia mampu mengatur didirnya dan mengatur dunia.
Pada intinya, zaman Modern filsafat didahului oleh zaman Renaissance.Sebenarnya secara esensial zaman Renaissance dalam filsafat tidak berbeda dari zaan modern.Ciri-ciri filsafat Renaissance ada pada filsafat modern.Tokoh pertama filsafat modern adalah Descartes.Pada filsafat kita dapat menemukan cirri-ciri Renaissance, yaitu menghidupkan kembali Rasinalisme Yunani (Renaissance), Individualisme, Humanisme, lepas dari pengaruh agama, dan lain-lain.

4)      Periode Kontemporer
Pada konteks ini zaman kontemporer dimauli sejak abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat ini. Hal yang membedakan pengamatan tentang ilmu di zaman modern dengan zaman kontemporer adalah bahwa zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak abad 15, sedangkan zaman kontemporer memusatkan fokusnya pada berbagai perkembangan terakhir yang terjadi hingga saat ini.
Perkembangan ilmu pada zama kontemporer difokuskan pada penggambaran aplikasi ilmu teknologi dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Diantara berbagai macam ilmu yang turut berkembang pada masa kontemporer, bidang fisika menjadi bidang ilmu yang paling menonjol perkembangannya.
Selain bidang fisika, teknologi komukasi dan informasi juga berkembang pesat pada zaman ini. Dilansir oleh nusantaranews.wordpress.com terkait berbagai penemuan yang mengubah warna dunia, yaitu listrik, elektronika (transistor dan IC), robotika (mesin produksi dan pertanian), TV dan radio, pesawat terbang, telepon dan seluler, tenaga nuklir, mesin transportasi, komputer, internet, rekayasa pertanian dan DNA, perminyakan, teknologi kesehatan (laser, IR, USG), fiber optic, dan fotografi.

C.     Klasifikasi dan Karakteristik Ilmu
Ilmu bukan hanya sekadar pengetahuan, tetapi juga berupa rangkuman dari sekmpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat diuji secara sistematik dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu.
1)      Klasifikasi Ilmu berdasarkan Subjek
Francis Bacon (1561-1626) mengklasifikasikan bidang ilmu sesuai pada subjeknya, yaitu daya manusia untuk mengetahui sesuatu. Berdasarkan hal tersebut, ia membedakannya ke dalam beberapa bagian sebagai berikut:
(a)    Ilmu Pengetahuan Ingatan, contohnya adalah seperti sejarah yang membahas tentang masalah-masalah atau kejadian di masa lampau, yang pengetahuannya bisa dimanfaatkan untuk kelangsungan di masa depan.
(b)   Ilmu Pengetahuan Khayal, contohnya adalah bidang kesusatraan, yaitu membicarakan kejadian-kejadian dalam dunia imajinasi, meskipun berdasar dan digunakan untuk keperluan di dunia nyata.
(c)    Ilmu Pengetahuan Akal, diantaranya adalah filsafat, yaitu pembahasan pada umumnya mengandalkan pola pikir logika dan kemampuan menganalisa.

2)      Klasifikasi Berdasarkan Objek

Auguste Comte (1798-1836) mendasarkan pengklasifikasiannya pada objek material. Ia memuat deretan ilmu pengetahuan berdasarkan objek material, yaitu:
(a)    Ilmu Pasti/Matematika
Objek ilmu pasti adalah yang paling bersahaja karena hanya menyangkut angka mengikuti aturan tertentu.
(b)   Ilmu Falak/Astronomi
Ilmu falak menambahkan unsurgerak terhadap matematika, misalnya adalah ilmu kinematika.
(c)    Ilmu Fisika
Ilmu fisika merupakan penggabungan dari berbagai macam ilmu seperti ilmu falak atau matematika beserta zat dan gaya.

(d)   Ilmu Kimia1
Objek ilmu kimia adalah objek ilmu fisika digabungkan dengan perubahan zat.
(e)    Ilmu Hayat/Biologi
Unsur gejala kehidupan digolongkan pada objek ilmu hayat.
(f)    Sosiologi
Sosiologi mempelajari gejala kehidupan manusia dalam berkelompok sebagai makhluk sosial.

3)      Klasifikasi berdasarkan Metode

Wilhelm Windelband (1848-1915) menggolongkan ilmu pengetahuan alam dan ilmu sejarah. Menurut Widelband, kedua jenis ilmu pengetahuan itu tidak berbeda dalam hal objek karena objeknya satu, ialah kenyataan. Adapun perbedaannya terletak pada metode.Metode untuk ilmu pengetahuan alam disebut nomotesis, sedangkan metode ilmu pengetahuan sejarah menggunakan metode ideografis.

4)      Karakteristik Ilmu
Secara umum karakteristik ilmu adalah sebagai berikut,
(a)    Bersifat akumulatif dan merupakan milik bersama.
Ilmu haruslah dapat dipergunakan untuk penelitian dan penemuan hal-hal baru, dan tidak menjadi monopoli bagi yang menemukannya saja. Setiap orang seharusnya dapat menggunakan atau memanfaatkan hasil penemuan orang lain.
Contohnya adalah seperti penggunaan metode dalam pembelajaran tidak hanya ceramah, tetapi ada metode lain misalnya diskusi yang bisa digunakan untuk membuat siswa lebih aktif dalam mengemukakan buah pikirnya.

(b)   Kebenarannya tidak mutlak
Sejatinya kebenaran suatu ilmu tidaklah selalu mutlak, hal ini disebabkan oleh subjek yang menemukannya adalah mansia, dimana manusia adalah makhluk yang tak pernah luput dari salah dan kekeliruan.
(c)    Bersifat objektif
Prosedur kerja atau cara penggunaan metode dlam menemukan/meneliti suatu hal haruslah didasarkan pada metode yang bersifat ilmiah, tidak bergantung pada pemahaman secara pribadi.



DAFTAR PUSTAKA

http://wahdahamaliatuzzahraassyifa.blogspot.com/2014/05/makalah-klasifikasi-ilmu.html?m=1

https://muhfathurrohman.wordpress.com/2012/10/18/karakteristik-dan-klasifikasi-ilmu-pengetahuan/amp/

http://hadikasmajads.blogspot.com/2011/01/makalah-filsafat-ilmu-klasifikasi.html?m=1

http://reskom.blogspot.com/2015/11/pengertian-ilmu-pengetahuan-dan-bahasa.html?m=1

https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/05/15-pengertian-ilmu-menurut-para-ahli-terlengkap.html#6_Ashely_Montagu

https://www.google.com/amp/s/afidburhanuddin.wordpress.com/2014/05/13/sejarah-perkembangan-ilmu-masa-zaman-yunani-kuno/amp/

https://www.konfrontasi.com/content/ragam/sejarah-perkembangan-ilmu-pengetahuan-pada-zaman-yunani-kuno

https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/wahyucahyani/pythagoras-dalam-sejarah-matematika_56500c009297736d11638af9

http://satupedang.blogspot.com/2015/03/biografi-ilmuan-pythagoras.html?m=1

https://www.google.com/amp/s/afidburhanuddin.wordpress.com/2013/09/21/socrates-dan-pemikirannya/amp/

https://www.academia.edu/4823938/Perkembangan_Ilmu_Pengetahuan_dalam_Peradaban_Islam

https://www.google.com/amp/s/afidburhanuddin.wordpress.com/2014/06/07/sejarah-perkembangan-ilmu-pada-masa-modern-14/amp/

https://www.academia.edu/8768618/SEJARAH_PERKEMBANGAN_ILMU_PADA_MASA_MODERN

https://hikamasfa.wordpress.com/2011/06/17/ilmu-pada-masa-kontemporer/

https://www.google.com/amp/s/hettyherawati2704.wordpress.com/2011/11/24/klasifikasi-ilmu-pengetahuan/amp/

http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/PENELITIAN_PENDIDIKAN/BBM_2.pdf


Komentar