DAMPAK MASUKNYA KEBUDAYAAN
ASING
TERHADAP MASYARAKAT
INDONESIA
REIGITA BAASITH RAMADANTY
15519405
ILMU BUDAYA
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JL. KOMJEN.POL.M.JASIN
NO.9, TUGU, KEC. CIMANGGIS,
KOTA DEPOK, JAWA BARAT
16451
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat-Nyalah
penulis akhirnya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Makalah Mengenai
Klasifikasi dan Karakteristik Ilmu” ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Dalam menyelesaikan
makalah ini penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, dalam
kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada:
1.
Tuhan Yang Maha Esa
2.
Ibu Ratna Komala, selaku dosen Ilmu Budaya Universitas
Gunadarma
3.
Kedua orangtua, yang telah memberi dukungan secara moril
maupun material sehingga penulisan makalah ini dapat selesai dengan baik.
Penulis berharap semoga
makalah ini bisa menambah penetahuan para pembaca. Namun, terlepas dari itu,
penulis memahami bawa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga
penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan
maupun isi makalah ini.
Bogor, 20 Oktober 2019
penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 2
A.
Latar Belakang .............................................................................................. 2
B.
Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
C.
Tujuan ........................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 3
A.
Definisi Kebudayaan .................................................................................... 3
B.
Klasifikasi dan Karakteristik Kebudayaan ................................................... 4
C.
Dampak Masuknya Kebudayaan Asing ........................................................ 7
D.
Penanggulangan Masuknya Kebudayaan Asing ........................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 9
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Indonesia
terkenal dengan kebudayaannya yang majemuk dan beragam.Kekayaan alam seperti
banyaknya pulau-pulau yang terdapat di Indonesia menjadi salah satu faktor
pendukung dibalik beragamnya suku bangsa, bahasa, dan budaya di Indonesia.
Selain itu, perbedaan yang terjadi pada kebudayaan dikarenakan oleh adanya
proses pertumbuhan yang berbeda dan juga pengaruh dari budaya asing yang ikut
bercampur di dalamnya. Kita tak bisa menutup mata bahwa pengenalan budaya di
era ini bukan lagi perkara yang sulit.Di era globalisasi dan modernisasi ini
seakan-akan setiap budaya mampu berbaur tanpa adanya sekat-sekat yang berarti.
Pada hakikatnya,
modernisasi dan globalisasi dapat melahirkan corak kehidupan yang kompleks,
tetapi keadaan ini seharusnya tidak membuat bangsa Indonesia kehilangan
kepribadiannya sebagai bangsa yang besar dan akaya akan unsure kebudayaan. Akan
tetapi dengan semakin derasnya arus budaya asing yang masuk ke Indoneisa, mau
tidak mau kepribadian tersebut akan terpengaruh, atau mungkin bisa dikatakan
“tercemar”, oleh corak budaya asing yang lebih mementingkan sikap
individualisme, formalitas, kontrak kerja resmi, dan sebagainya. Sebagaimana
yang pernah diungkapkan oleh ahli ilmu sosial, Anthony Giddens, bahwa dampak
modernisasi itu ada yang positif dan ada yang negatif. Memang masuknya
kebudayaan asing ke Indonesia akan membawa perubahan-perubahan menuju suatu
kemajuan, tetapi hal ini tentunya tak dapat terlepas dari perubahan-perubahan
bersifat negatif yang sudah pasti ikut tercampur-baur, seperti runtuhnya
institusi sosial dan pudarnya budaya lokal. Globalisasi mempengaruhi hampir
semua aspek yang ada di kehidupan masyarakat, tak terkecuali diantaranya aspek
kebudayaan.
B.
Rumusan Masalah
1)
Bagaimana definisi dari
kebudayaan?
2)
Bagaimana pengklasifikasian dan
pengkarakteristikan budaya?
3)
Bagaimana dampak dari pengaruh
budaya asing terhadap kehidupan?
4)
Bagaimana cara penanggulangan
budaya asing yang bersifat negatif?
C.
Tujuan
1)
Mengetahui definisi dari
kebudayaan
2)
Mengetahui pengklasifikasian
dan pengkarakteristikan budaya
3)
Mengetahui dampak dari budaya
asing terhadap kehidupan
4)
Mengetahui cara penanggulangan
budaya asing yang bersifat negatif
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Definisi Kebudayaan
Budaya atau
kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) yang diartikan sebagai hal-hal yang
berkaitan dengan budi dan akal manusia.Sedangkan dalam bahasa Inggris,
kebudayaan disebut culture, yang
berasal dari bahasa Latin colere,
yaitu mengolah atau mengerjakan.Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau
bertani. Kata culture juga terkadang
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai “kultur”.
Secara umum,
kebudayaan berarti hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya yang kompleks dan mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hokum
adat serta setiap kecakapan, dan kebiasaan. Dalam hal ini kebudayaan juga bisa
diartikan sebagai egala hal yang kompleks, yang di dalamnya berisikan kesenian,
kepercayaan, pengetahuan, hukum, moral, adat istiadat serta keahlian ataupun
cirri khas lainnya yang diperoleh individu sebagai anggota dalam suatu
mayarakat.
Dari berbagai
definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang akan
memengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk membantu manusia
dalam melangsungkan kehidupan bemasyarakat.
Sementara itu
para ahli dan pakar mempunyai buah pikir dan pendapatnya sendiri mengenai
definisi dari kebudayaan, diantaranya yaitu:
1)
Menurut Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang
harus didapatkannya dengan belajar dan semua itu tersusun dalam kehidupan
masyarakat.
2)
Menurut Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia terhadap dua pengaruh kuat,
yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti ejayaan hidup
manusia untuk mengatasi berbagai rintangan kesukaran di dalam hidup dan
penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya
berdifat tertib dan damai.
3)
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman
Soenardi
Merumuskan kebudayaan sebagai sema hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat.Karya
masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan
jasmaniah (material culture) yang
diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta
hasilnya dapat diabadikan untuk keperluan masyarakat.
4)
Menurut Robert H. Lowie
Kebudayaan adalah segala
sesuatu yang di peroleh individu (Culture is everything that an individual
obtained) dari masyarakat, mencakup kepercayaan (beliefs), adat istiadat
(costums), kebiasaan makan (eating habits), norma-norma artistik (artistic
norms), keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan
merupakan warisan (skills obtained instead of creativity itself but is a
legacy) masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
5)
Menurut William H.
Haviland
Kebudayaan adlah
seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota
masyarakat, yang jikadilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku
yang dipandang layak dan dapat diterima oleh semua masyarakat.
B. Klasifikasi dan Karakteristik Kebudayaan
Kebudayaan dapat diwujudan dalam bentuk
benda-benda yang dibuat oleh makhluk yang berbudaya, berupa prilaku dan
benda-benda yang mempunyai sifat nyata, contohnya adalah perilaku, bahasa,
perlengkapan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
keseluruhannya ditujukan untuk membantu manusia dalam menggelar kehidupan
bermasyarakat. Berikut merupakan contoh klasifikasi kebudayaa, yaitu:
1) Rumah Adat
2) Alat Musik
3) Seni Tari
4) Kriya Aneka Hias
5) Properti Kesenian
6) Pakaian Daerah
7) Benda Seni
8) Adat Istiadat
Sementara itu, karakteristik kebudayaan merupakan sesuau yang dapat
dipelajari, dan dapat ditukar dan dapat berubah, hal ini terjado ‘hanya jika’
ada jaringan antar manusia atau antar masyarakat dalam bentuk komunikasi antar
pribadi ataupun antar kelompok budaya yang terus menerus. Mengutip dari apa
yang telah disampaikan oleh Edward T. Hall, budaya merupakan sebuah komunikasi,
dan komunikasi adalah budaya. Jika kebudayaan diartikan sebagai sebuah
kompleksitas total dari seluruh pikiran, perasaan, dan perbuatan manusia, maka
untuk mendapatkannya dibutuhkan sebuah usaha yang selalu berurusan dengan orang
lain.
Edward T. Hall juga menegaskan bahwa hanya manusialah yang
memiliki kebudayaan, sedangkan makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan
tidak memiliki kebudayaan. Karakteristik dari kebudayaan membentuk
perilaku-perilaku komukiasi yang khusus, yang tampil dalam konsep
subkultur.Subkultur sendiri merupakan kebudayaan yang hanya berlaku bagi
anggota sebuah komunitas dalam satu kebudayaan makro.
Dalam memahami kebudayaan kita harus mengacu pada sejumlah
karakteristik yang dimiliki oleh kebudayaan, antara lain adalah bahwa
kebudayaan itu dimiliki bersama, diperoleh melalui belajar, bersifat simbolis,
bersifat adaptif dan maladaptive, bersifat relatif dan universal. Dan di bawah
ini merupakan penjelasan dari beberapa karakteristim kebudayaan:
1)
Culture Is an Maladaptive
Mechanism (Adaptif)
Artinya, suatu kebudayaan
adalah mekanisme dalam mempertahakan kehidupan manusia. Kebudayaan memberikan
kita sebuah keuntungan selektif yang besar dalam kompetisi bertahan hidup
terhadap bentuk kehidupan yang lain.
2)
Culture Is Learned
(Dipelajari)
Artinya, bahwa kebudayaan
didapat dari proses pembelajaran untuk berbudaya, karena secara naluriah
manusia bisa saja hidup tanpa sebuah kebudayaan. Budaya bukanlah suatu hal yang
naluriah, di mana kita telah terprogram untuk mengetahui fakta-fakta dari budaya
tersebuut.
3)
Cultures Change (Berubah)
Kebudayaan berkembang
sesuai dengan berjalannya waktu dan bersifat dinamis, bergantung pada waktu dan
tempat berlangsungnya kebudayaan.Kebudayaan bukanlah sesuatu yang terus-menerus
tetap dan bertumpuk. Pada waktu yang sama di mana kebudayaan ada, terdapat
tanda-tanda kebudayaan baru. Tanda-tanda dari kebudayaan itu bisa sebagai
tambahan (addition) atau pengurangan
(subtraction).
4)
People Are Not Aware of
Their Culture (Tidak Disadari oleh Masyarakat)
Kebanyakan dari manusia
tidak menyadari keberadaan budaya.Hal ini disebabkan oleh manusia yang pada
dasarnya sangat dekat dengan kebudayaan itu sendiri dan mengetahuinya dengan
sanga baik. Manusia merasakan bahwa segalanya terjadi begitu saja (mewarisi
secara biologis)
5)
We Don’t Know All of Our
Own Country (Tidak Diketahui Secara Keseluruhan)
Artinya, bahwa semua
masyarakat tidak ada yang mengetahui secara keseluruhan suatu kebudayaan yang
ada dalam lingkup daerahnya, hanya saja yang diketahui berupa fakta-fakta
sosial.Tidak ada satupun orang yang bisa mengetahui budaya mereka secara
keseluruhan. Dalam masyarakat, terdapat pengetahuan tentang budaya yang
terbatas terhadap fakta-fakta kelas sosial, pekerjaan, agama, dan
perkumpulan-perkumpulan lain. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa sejatinya
kebudayaan tidak dapat diketahui secara keseluruhan.
6)
Culture Gives Us a Range of
Permissible Behavior Patterns (memberikan
dan membatasi pola tingkah laku)
Artinya, bahwa kebudayaan
memberikan jarak dalam interaksi dan membatasi pola tingkah laku
masyarakatnya.Kebudayaan umumnya memberikan jarak dalam cara bagaimana
laki-laki sebagai laki-laki, wanita sebagai wanita.
7) Cultures No Longer Exist In Isolation (Tidak bertahan lama di daerah terpencil)
Artinya kebudayaan tidak akan bertahan
lama dalam suatu wilayah atau daerah terpencil. Apabila suatu kebudayaan baru
memasuki wilayah tersebut, maka secara alamiah masyarakat disana akan
berkembang dan mulai beradaotasi dengan kebudayaan-kebudayaan baru. Hal ini
akan menyebabkan suatu budaya sulit bertahan (asli) di suatu tempat karena akan
dipengaruhi oleh budaya-buadaya dari daerah lain disekitarnya.
8) Culture is shared (Dibagikan)
Artinya, bahwa suatu kebudayaan
merupakan kumpulan prinsip dan keyakinan baik, sehingga manusia tersebut akan
berusaha melestarikan dengan cara menyebarkan ke manusia lain. Suatu kebudayaan
dimiliki secara bersama-sama oleh sekelompok orang.Berdasarkan wilayah, kondisi
iklim, dan warisan sejarah, mereka tumbuh dan berkembang di dalamnya. Setiap
masyarakat memiliki suatu nilai dan keyakinan, dimana kumpulan-kumpulan
prinsip/asas/dasar nilai dan keyakinan ini akan membentuk kebudayaan mereka.
Kebudayaan bisa saja menjadi kepunyaan dari komunitas tunggal, tapi tidak akan
pernah menjadi kepunyaan dari seseorang yang tunggal (individu).
C. Dampak Masuknya Kebudayaan Asing
Kita tentu tak bisa menutup mata bahwa
masuknya budaya asing ke Indonesia dusah bisa dipastikan dapat membawa dampak
yang cukup besar.Baik itu dampak positif mauapun dampak negatif sekalipun, hal
ini tentunya tak bisa disangkal atau ditolak.
Menurut Soerjono Soekarno, masuknya
budaya asing ke Indonesia mempunyai pengaruh yang sangat peka serta memiliki
dampak positif dan negatif, diantaranya adalah:
1) Dampak Positif
Modernisasi yang terjadi di Indonesia
yaitu pembangunan yang terus berkembang dapat mengubah perekonomian Indonesia
dan mencapai tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil, maju, dan makmur. Hal
tersebut diharapkan akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera baik
batin, jasmani, maupun rohani.
2) Dampak Negatif
Budaya yang masuk ke Indonesia seperti
cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering kali menimbulkan
berbagai masalah sosial, diantaranya:
a) Kesenjangan Sosial Ekonomi
Kesenjangan sosial ekonomi adalah
suatu keadaan yang tidak seimbang di bidang sosial ekonomi dalam kehidupan
bermasyarakat. Kesenjangan sosial itu sendiri akan mengakibatkan hal-hal
seperti lahirnya kelompok-kelompok sosial tertentu seperti adanya pengamen yang
banyak berkeliaran di jalanan dan kerap meresahkan masyarakat sekitar.
b) Kerusakan Lingkungan Hidup
Masuknya budaya asing juga berdampak
pada kelangsungan lingkungan hidup dan menimbulkan banyak kerusakan seperti
polusi udara yang menyebabkan sesak nafas dan mata perih, polusi tanah yang
menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian, serta polusi air yang menimbulkan
krisis air bersih.
c) Masalah Kriminalitas
Kriminalitas adalah perbuatan yang melanggar hukum
atau hal- hal yang bersifat kejahatan, seperti korupsi, pencurian, perkelahian,
pembunuhan, pemerkosaan dan lainnya. Dalam kriminologi kejahatan disebabkan
karena adanya kondisi dan proses-proses sosial yang sama yang menghasilkan
perilaku sosial lainnya. Artinya, terdapat hubungan antara variasi angka
kejahatan dan variasi organisasi-organisasi sosial dimana kejahatan tersebut
terjadi. Sebagaimana dikatakan oleh E.H.Sutherland bahwa kriminalitas atau
perilaku jahat merupakan proses asosiasi diferensial,
karena apa yang dipelajari dalam proses tersebut sebagai akibat interaksi dalam
pola dan perilaku yang jahat.
d)
Kenakalan Remaja
Kenakalan
remaja adalah penyimpangan perilaku yang dilakukan generasi muda (sekelompok
remaja).Misalnya tawuran, perusakan barang milik masyarakat, penyimpangan
seksual, dan penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan terlarang. Kenakalan
remaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan
eksternal.
D. Penanggulangan
Masuknya Budaya Asing
Globasisasi adalah suatu proses
tatanan masyarakat mendunia, dimana batas wilayah bukan lagi hambatan yang
berarti. Hubungan antar bangsa berlangsung lebih aktif. Setiap bangsa pun tidak
menutup diri dari bangsa lain. Indonesia ssebagai bangsa yang terbuka harus
siap menerima pengaruh tersebut.
Negara yang berhasil mewujudkan globalisasi harus dapat memanfaatkan globalisasi dalam segi kehidupan tetapi juga harus mampu menyaringnya melalui ideologi bangsa yang kokoh, dengan begitu negara tersebut akan berkembang secara cepat. Sebaliknya, apabila ketahanan ideologi dan pandangan hidup suatu bangsa rapuh, globalisasi justruakan membuat jati diri bangsa tersebut memudar.
Dibawah ini merupakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk antisipasi dampak budaya asing.
Negara yang berhasil mewujudkan globalisasi harus dapat memanfaatkan globalisasi dalam segi kehidupan tetapi juga harus mampu menyaringnya melalui ideologi bangsa yang kokoh, dengan begitu negara tersebut akan berkembang secara cepat. Sebaliknya, apabila ketahanan ideologi dan pandangan hidup suatu bangsa rapuh, globalisasi justruakan membuat jati diri bangsa tersebut memudar.
Dibawah ini merupakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk antisipasi dampak budaya asing.
1)
Menyeleksi dan menyaring nilai-nilai
budaya asing
Nilai-nilai
budaya asing yang sesuai dengan bangsa kita dapat diserap sehingga akan
memperkaya nilai budaya bangsa kita, sedangkan yang kita tinggalkan untuk itu,
hal-hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
a) Meningkatkan
kesetiaan kepada ideology nasional (Pancasila)
b) Mengembangkan
sikap kekeluargaan dan gotong royong
c) Mengenali
dan mengembangkan seni budaya
2)
Memelihara dan mengembangkan kebudayaan
nasional
Memelihara
dan mengembangkan budaya nasional sebagai jati diri bangsa dengan cara
mengirimkan misi kebudayaan dan kesenian dari suatu daerah keluar negeri.
Selain itu, dapat dilakukan dengan menayangkan dan menyiarkan kebudayaan dan
kebudayaan nasional melalui berbagai media, mengadakan seminar membahas
kebudayaan daerah sebagai budaya nasional, serta pelestarian dan pewarisan dan
pewarisan daerah yang dapat mendorong persatuan dan kesatuan bangsa.
3) Beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Dalam
rangka membangun masyarakat yang adil dan makmur yang tetap berkepribadian
indonesia, kita harus tetap beriman dn bertaqwa kepada tuhan yang maha esa.
Dalam menjalani tuntutan era globalisasi, kita tetap mampu berdiri kokoh
sebagai bangsa dengan ideologi dan pandangan hidup nasional yang tangguh serta
kebudayaan nasional yang yang luhur.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar