MENGUPAS PUISI “SEBUAH PERINTAH SETELAH
PERPISAHAN”
KARYA REIGITA BAASITH
REIGITA BAASITH RAMADANTY
15519405
ILMU BUDAYA
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JL. KOMJEN.POL.M.JASIN NO.9, TUGU, KEC.
CIMANGGIS,
KOTA DEPOK, JAWA BARAT
16451
PENGERTIAN
PUISI
Secara umum, puisi merupakan suatu karya
sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati sang penyair. Karya sastra
ini dibuat berdasarkan ungkapan perasaan penyair. Dengan bahasa yang indah
dimana di dalamnya mengandung makna, irama, rima, dan bait.
PENGERTIAN
PUISI MENURUT PARA AHLI
Usman
Awang:
puisi bukanlah suatu nyanyian orang putus asa yang mencari ketenangan dan
kepuasan dalam puisi yang ditulisnya.
Herman
J. Waluyo:
suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan si penyair dengan
cara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa
dalam pengonsentrasian sebush struktur fisik dan struktur batinnya.
Putu
Ari Tirtawirya:
puisi ialah suatu ungkapan secara implisit dan samar, maknanya tersirat, dimana
kata-katanya condong pada makna konotatif.
Muhammad
Hj. Saleh:
puisi ialah bentuk karya sastra yang kental dengan musik bahasa serta suatu
kebijaksanaan oleh si penyair dan tradisinya. Karena semua kekentalan itu,
sesudah puisi tersebut dibaca akan menjadikan kita lebih bijaksana.
Herbert
Spencer:
puisi adalah suatu bentuk pengucapan gagasan yang sifatnya emosional dengan
mempertimbangkan suatu keindahan.
Sebuah Perintah Setelah Perpisahan
Oleh Reigita Baasith
Tulis di buku
harianmu
Di antara gores
aksaramu yang mirip sandi rumput
Tulis semuanya
tanpa terkecuali
Tentang
bagaimana dering namaku tak lagi iringi detikmu
Juga tentang
hari-harimu yang tak lagi berporos padaku
Nanti, kalau
kita mau menyempatkan waktu
Bacakan padaku
semua tulisanmu
Tentang dongeng
indah dari sudut pandangmu
Yang selalu kau
sembunyikan
Termasuk tentang
perempuan yang dari tanggal ke tanggal
Membuat
kulitmu semakin memudar
SINOPSIS
Puisi dengan judul Sebuah Perintah Setelah Perpisahan karya Reigita Baasith
menceritakan tentang seorang perempuan yang ditinggalkan oleh kekasihnya yang
belakangan diketahui memiliki perempuan lain di tengah-tengah hubungan mereka.
Dalam puisi tersebut menggambarkan berbagai emosi penulis yan merasa marah, sedih,
dan merasa kehilangan.
ANALISIS
1.
Diksi
Dalam puisi Sebuah Perintah Setelah Perpisahan karya Reigita Baasith terdapat
diksi, kata nyata, majas, dan pengimajian. Contoh kata diksi dlam puisi
tersebut terdapat pada kalimat “Termasuk tentang perempuan yang dari tanggal ke tanggal membuat kulitmu semakin memudar” yang dapat berarti “tentang
perempuan yang dari hari ke hari membuatmu semakin yakin untuk meninggalkan.”
Kata nyata secara makna berarti puisi di
atas tidak menggunakan kata-kata yang terlalu sulit untuk dimaknai, bukan
berarti dengan kata-kata tersebut lantas menurunkan kualitas dari puisi ini.
2.
Majas
Majas pada puisi tersebut ialah majas
metafora yang terdapat pada kalimat:
“di antara gores aksaramu yang mirip
sandi rumput”
Selain itu terdapat pula majas hiperbola
seperti pada kalimat:
“tentang hari-harimu yang tak lagi
berporos padaku”
“termasuk tentang perempuan yang dari
tanggal ke tangal membuat kulitmu semakin memudar”
3.
Pengimajian
Pengimajian pada puisi tersebut ialah
imaji penglihatan dan imaji pendengaran
·
Imaji
Penglihatan: “di
antara gores aksaramu yang mirip sandi rumput”
·
Imaji
Pendengaran: “tentang bagaimana dering namaku tak lagi iringi
detikmu”
4.
Evaluasi
Kelebihan pada puisi ini adalah penulis
menggunakan bahasa yang cukup sederhana dan mudah dimengerti sedangkan
kekurangannya sendiri penulis masih kurang ‘halus’ dalam menyampaikan makna dan
pesannya.
Komentar
Posting Komentar