Langkah-langkah Metode Ilmiah


Nama: Reigita Baasith
Kelas: 1PA10
NPM: 15519405

Langkah-langkah Metode Ilmiah

Ilmu kimia menjawab banyak permasalahan berlandaskan eksperimen dan penalaran akal sehat. Eksperimen yang dilakukan harus sistematis dan logis. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode standar dalam pelaksanaannya, maka digunakanlah metode ilmiah. Metode ilmiah adalah metode sains yang menggunakan langkah-langkah ilmiah dan rasional untuk mengungkapkan suatu permasalahan yang muncul dalam pemikiran kita.
Langkah awal suatu penelitian adalah melakukan perencanaan. Perencanaan ini sangat penting untuk keberhasilan suatu eksperimen. Jika teman-teman gagal dalam perencanaan, berarti teman-teman merencanakan untuk gagal. Oleh karena itu, rancanglah suatu rencana penelitian secara runut dan mendetail. Langkah-langkah metode ilmiah apakah yang harus dilakukan dalam merencanakan suatu penelitian ilmiah? Langkah-langkah metode ilmiah yang harus kamu lakukan.

1.      Merumuskan Masalah
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya. Contoh: Pengaruh dosis pupuk urea pada tanaman jagung.

2.      Menemukan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap suatu masalah yang bersifat dugaan karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis ada 2 jenis, yaitu:

  •         Hipotesis alternative (Ha) adalah pernyataan operasional dari hipotesis penelitian. Bila hipotesis alternatif berdasarkan teori maka disebut hipotesis deduktif. Tetapi bila hipotesis alternatif berdasarkan pengamatan disebut hipotesis induktif. Hipotesis alternative mengandung arti ada pengaruh, ada interaksi, ada hubungan, atau ada perbedaan. Contoh: ada hubungan antara dosis pupuk urea dengan pertumbuhan tanaman jagung, ada hubungan antara warna sinar dengan kecepatan fotosintesis tumbuhan, ada hubungan antara jenis makanan pada ikan, dll.
  •          Hipotesis nol (Ho) mengandung arti tidak ada pengaruh, tidak ada interaksi, tidak ada hubungan, atau tidak ada perbedaan, atau masih samar-samar. Contoh: tidak ada hubungan antara pemberian vetsin terhadap pertumbuhan tanaman suplir, dll.


3.      Menetapkan Variabel Penelitian
Variabel adalah faktor-faktor yang berpengaruh dalam kegiatan praktikum. Ada 3 jenis variabel, yaitu:

·         Variabel Bebas, adalah faktor-faktor yang berpengaruh dibuat bervariasi. Contoh: dosis pupuk urea dibuat bervariasi (0,5 gram, 1 gram, 1,5 gram, 2 gram, dll.), jenis deterjen dibuat bervariasi (merk A, merk B, merk C, dll.), jenis pupuk bervariasi (urea, kandang, dll.), jenis aktivitas bervariasi (berlari, duduk, berjalan, dll.), warna sinar bervariasi (merah, biru, hijau, putih), dll.

·         Variabel Terikat, adalah hasil dari variabel bebas. Contoh: tinggi tanaman jagung, gerakan operkulum ikan, kesuburan tumbuhan, jumlah denyut jantung, kecepatan fotosintesis, dll.

·         Variabel Kontrol, adalah faktor-faktor yang berpengaruh lain dibuat sama, supaya tidak berpengaruh terhadap variabel bebas yang diujikan. Contoh: jenis tanah, cahaya, ukuran pot, banyak tanah, pemberian nutrisi, pemberian air, dan letak penyimpanan tumbuhan dibuat sama semua pada masing-masing-masing tumbuhan praktikum urea, supaya hasilnya lebih murni hasil dari dosis pupuk urea. Jenis, ukuran, dan umur ikan, dosis deterjen, jumlah air, jenis air, dibuat sama semua pada masing-masing-masing praktikum jenis deterjen, supaya hasilnya lebih murni hasil dari jenis deterjen.

4.      Menetapkan Prosedur Kerja
Langkah kerja merupakan langkah-langkah yang akan dikerjakan dan akan dilakukan dalam praktikum tersebut. Langkah kerja dibuat sedetail mungkin guna memperjelas apa yang dilakukan selama praktikum.

Alat dan Bahan

·         Alat merupakan barang-barang yang bersifat menggunakan/melakukan dalam percobaan. Contoh: kompor, pot, gelas kimia, korek api, tabung reaksi, selang, stopwatch, dll.

·         Bahan merupakan barang-barang yang bersifat digunakan/dilakukan dalam percobaan. Contoh: jenis bahan kimia (garam, urea, deterjen, sabun, dll.), air, jenis dan bagian makhluk hidup (manusia, darah, kulit, rambut, organ, tumbuhan jagung, dll.), tanah, dll.

Cara Kerja

a.       Siapkan seluruh alat dan bahan.
b.      Masukkan air sebanyak 10 liter ke dalam 1 ember.
c.       Masukkan deterjen sebanyak 1 gram ke dalam ember. Ukurlah dengan timbangan supaya akurat.
d.      Aduk deterjen sampai merata dalam air.
e.       Masukkan ikan ke dalam air.
f.       Amati kondisi ikan. Hitung gerakan operkulumnya dengan stopwatch. Catatlah hasil pengamatan sedetail mungkin.
g.      Setelah hasil pengamatan dicatat, buang airnya dan pindahkan ikan ke dalam wadah lain.
h.      Lakukan percobaan 2-7 secara berulang dengan ikan yang berbeda dan dosis deterjen yang berbeda (1,5 gram, 2 gram, 2,5 gram, dst.).
i.        Jangan lupa lakukan percobaan kontrol (tanpa deterjen).
j.        Jika sudah selesai praktikum, rapikan alat dan bahan.
k.      Buatlah laporan praktikum.

5.      Mengumpulkan Data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan. Data/hasil pengamatan dapat berupa foto, gambar, rekaman video maupun audio, tabel, narasi, grafik, dan lain-lain.

6.      Mengolah dan Menganalisa Data
Tabel dan grafik merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk menyusun dan menganalisis data. Tabel dan grafik ini menampilkan bagaimana variabel terikat berubah sebagai respon terhadap perubahan variabel bebas. Analisis data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program komputer untuk pengolahan data.

7.      Membuat Kesimpulan
Hasil analisis data menghasilkan suatu pola atau kecenderungan. Pola ini dapat dijadikan landasan untuk menarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan adalah suatu pernyataan yang merangkum apa yang sudah dilakukan dalam kegiatan penelitian. Dalam menyusun suatu kesimpulan, kalian harus memutuskan apakah data yang dikumpulkan mendukung hipotesis atau tidak. Selain itu, kalian juga harus mengulang suatu penelitian beberapa kali sebelum dapat menarik suatu kesimpulan.

8.      Mengkomunikasikan Hasil Penelitian
Sosialisasi hasil penelitian penting dilakukan agar hasil penelitian teman-teman diketahui pihak lain. Bagaimanakah cara mengomunikasikan suatu hasil penelitian? Suatu hasil penelitian dapat dikomunikasikan melalui dua cara, yaitu tertulis dan lisan.






Komentar